{"id":519,"date":"2013-06-22T01:53:38","date_gmt":"2013-06-22T01:53:38","guid":{"rendered":"http:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/?page_id=519"},"modified":"2013-06-22T01:53:38","modified_gmt":"2013-06-22T01:53:38","slug":"1-2","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/en\/1-2\/","title":{"rendered":"1.2"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">POLA SEGREGASI KARAKTER AGRONOMI TANAMAN KEDELAI<br \/>\n(Glycine max [L.] Merrill) GENERASI F2 HASIL PERSILANGAN<br \/>\nWILIS X B3570<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sri Hartati, Maimun Barmawi &amp; Nyimas Sa\u2019diyah<br \/>\nJurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung<br \/>\nJl.Prof. Soemantri Brodjonegoro, No.1 Bandar Lampung 35145<br \/>\nE-mail:Srii_nakenda@yahoo.com<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">ABSTRAK<\/p>\n<p>Pola segregasi suatu karakter merupakan salah satu parameter genetik yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan\u00a0proses seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sebaran frekuensi dan pola segregasi serta jumlah gen yang\u00a0mengendalikan karakter agronomi tanaman kedelai generasi F2 hasil persilangan Wilis x B3570. Penelitian ini dilaksanan di\u00a0Kebun Percobaan Universitas Lampung Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung dan di Laboratorium Benih\u00a0dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan November 2011 sampai dengan Februari 2012.\u00a0Penelitian ini dilakukan dengan rancangan percobaan tanpa ulangan dan data dianalisis dengan menggunakan uji khi-kuadrat\u00a0untuk kesesuaian distribusi normal dan kesesuaian antara nilai pengamatan dan nilai harapan. Hasil penelitian menunjukkan\u00a0bahwa sebaran frekuensi karakter umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, bobot 100 butir, dan bobot biji per\u00a0tanaman pada populasi F2 mengikuti kurva sebaran normal sedangkan sebaran frekuensi untuk karakter umur panen, dan\u00a0jumlah polong per tanaman tidak mengikuti sebaran normal. Jumlah gen yang mengendalikannya yaitu dua gen yang bekerja\u00a0secara epistasis dominan duplikat dengan nisbah 15:1 untuk karakter umur panen, dan dua gen duplikat yang bekerja secara\u00a0epistasis \u00a0engan efek kumulatif mengikuti nisbah 9:6:1 untuk karakter jumlah polong per tanaman.<br \/>\nKata Kunci: Generasi F2, kedelai, dan pola segregasi.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>POLA SEGREGASI KARAKTER AGRONOMI TANAMAN KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill) GENERASI F2 HASIL PERSILANGAN WILIS X B3570 Sri Hartati, Maimun Barmawi &amp; Nyimas Sa\u2019diyah<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","template":"template-full-width.php","meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/519"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/519\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agroteknologi.fp.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}