1.5

PENDUGAAN KOMPONEN GENETIK, DAYA GABUNG, DAN
SEGREGASI BIJI PADA JAGUNG MANIS KUNING KISUT

Tanty Yunita Saputri, Saiful Hikam & Paul B. Tomotiwu
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro, No. 1, Bandar Lampung 35145
E-mail: ade.bawel@yahoo.co.id

ABSTRAK

Evaluasi keturunan biasanya dikaitkan dengan kemampuan tetua dalam suatu persilangan yang disebut daya gabung. Daya gabung adalah kemampuan genotipe untuk mewariskan karakter yang diinginkan (sifat interest) kepada keturunannya. Peningkatan kualitas sangat penting dalam pemuliaan jagung manis. Perakitan jagung manis kuning kisut merupakan hasil dari persilangan tetua kuning bulat dan kuning kisut. Penelitian ini bertujuan untuk; (1)  mengevaluasi daya gabung tetua inbred kepada zuriat kuning kisut polinasi terbuka; (2) mengetahui adanya ragam genetik dan heritabilitas untuk sifat-sifat interest yang dievaluasi; dan (3) mengevaluasi perbandingan biji jagung manis kuning kisut 12:4. Penelitian ini dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Data dianalisis ragam untuk mendapatkan kuadrat nilai tengah dan kuadrat nilai tengah harapan yang akan digunakan untuk menduga ragam genetik dan heritabilitas. Ragam genetik (ó2g) dan heritabilitas broad-sense (h2 BS) dihitung menggunakan model matematika berdasarkan Hallauer dan Miranda. Analisis daya gabung dilakukan dengan analisis boxplot. Segregasi biji jagung manis true type dihitung dengan cara membandingkan jumlah biji kisut dengan jumlah biji seluruhnya dalam satu tongkol. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan antarkultivar nyata untuk karakter jumlah daun, jumlah malai, dan diameter tongkol. Sedangkan Karakter tinggi tanaman, posisi tongkol, jumlah daun, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol, dan kadar sukrosa tidak berbeda. Nilai ragam genetik dan heritabilitas lebih besar dari nol (> 1 GB) untuk karakter jumlah daun, jumlah malai, diameter tongkol. Nilai ragam
genetik tidak berbeda dari nol (< 1 GB) untuk karakter tinggi tanaman, posisi tongkol, jumlah baris biji, panjang tongkol, dan kadar sukrosa. Daya gabung umum terbukti pada karakter tinggi tanaman, posisi tongkol, jumlah daun, jumlah malai, panjang tongkol, dan jumlah baris per biji. Daya gabung khusus terbukti pada karakter diameter tongkol, dan kadar sukrosa. Dari 15 tongkol jagung manis yang diamati tidak semuanya merupakan jagung manis dengan fenotipe biji kuning kisut. Beberapa tongkol mengandung biji putih pada tongkolnya yaitu pada ulangan dua sampel satu, dua, empat dan pada ulangan tiga sampel dua, empat, lima.
Kata Kunci : daya gabung, jagung, sifat interest, tetua inbred